What do you know about CML???


CML (Chemical Markup Language) adalah sebuah pendekatan baru untuk mengelola informasi molekuler menggunakan alat internet yang baru-baru dikembangkan seperti XML dan Java(software). Hal ini hanya didasarkan pada SGML, sistem yang paling kuat dan banyak digunakan untuk manajemen informasi yang tepat di banyak daerah. Metode ini telah dikembangkan selama beberapa tahun dan telah diuji di banyak daerah dan pada berbagai mesin. Berikut adalah bahan kimia sampel merekam dalam format CML:

<?xml version="1.0"?>
<document>
<cml title="carotine" id="cml_carotine_karne"
 xmlns="x-schema:cml_schema_ie_02.xml">
  <molecule title="carotine" id="mol_carotine_karne">
    <atomArray>
      <atom id="carotine_karne_a_1">
        <float builtin="x2" units="A">17.3280</float>
        <float builtin="y2" units="A">2.0032</float>
        <string builtin="elementType">C</string>
      </atom>
      ... many atoms deleted, for space ...
    </atomArray>
    <bondArray>
      <bond id="carotine_karne_b_1">
        <string builtin="atomRef">carotine_karne_a_1</string>
        <string builtin="atomRef">carotine_karne_a_2</string>
        <string builtin="order" convention="MDL">2</string>
      </bond>
      ... many bonds deleted, for space ...
    </bondArray>
  </molecule>
</cml>
</document>

Bagi yang belum tahu pasti bingung apa maksud teks di atas. Nah mari kita belajar bareng yuuuuukkkkk....... ^_^
Jika biasanya rumus molekul suatu senyawa kimia bisa langsung diketik menggunakan format teks biasa (doc,cdx, atau ekstensi yang lain), 
maka software CML bisa digunakan dalam penulisan informasi kimia dengan cara mengetik format khusus menggunakan bahasa pemprograman CML. 
Contohnya yaitu :
Reaksi pengendapan amonia :
Fe<sup>3+</sup> + 3NH<sub>3</sub> + 3H<sub>2</sub>O -> Fe(OH)<sub>3</sub> + 3NH<sub>4</sub><sup>+</sup>


 


In a series of related demonstration programs, chemical data for 2D and 3D molecules (including adrenalin, caffeine, cortisone, ethanol, and melatonin) are visualized using SVG. The molecular data is originally stored in another XML-related markup language, CML (Chemical Markup Language), and an XSL (Extensible Stylesheet Language) Transformation Language document automatically converts each CML file to an SVG file. With some additional JavaScript, the SVG representation of the molecule is ready for viewing and user interaction.

Introduction to the Chemical Markup Language

CML is an XML-based language for representing chemical data. CML evolved in the chemical industry to solve the needs of exchanging molecular and other information for publishing Web-based documents for patent applications, standards committees, and other organizations. CML does not cover all chemistry but focuses on molecules (and similar structures representable by a formula). CML does represent molecules, atoms, and bonds.

The following example is a portion of a CML molecule file that was originally converted from an MDLMol file (an earlier standard file type). For future reference, notice the CML tags , , , , and .

<!—->

17.3280
2.0032
C

… many atoms deleted, for space …

carotine_karne_a_1
carotine_karne_a_2
2

… many bonds deleted, for space …

Converting CML to SVG with XSLT

CML works with XML-related markup languages: PlotML for graphs, MathML for equations, and, of course, SVG for a variety of programmable and interactive diagrams and graphs. In this example, an XSLT (XSL Transformation Language) document is written that automatically converts CML files to SVG files. The automated conversion allows an assortment of molecules to be visualized using SVG. Histamine is one example, converted from histamine.cml to histamine.svg:

The XSLT document creates an SVG file from the CML file. The title property in the tag and the CML tag, if there is one, is formatted and prominently displayed in the SVG group () element called backdrop. The CML to SVG conversion creates the JavaScript function GenerateStructure(), which is invoked once during the initialization of the SVG application. For each CML or tag, the XSLT generates corresponding JavaScript to create an SVG element for an atom or bond. For example, for the following CML code:

17.3280
2.0032
C

XSLT will convert it into the following JavaScript inside GenerateStructure() in the SVG file:

x = 17.3280;
y = 2.0032;
z = 0;
charge = 0;
isotope = -1;
var carotine_karne_a_1 = new Atom(x, y, z, “C”, charge, isotope);

Additional hand-coded JavaScript

Much of the XSLT conversion generates JavaScript code, but the programmer writes supplementary JavaScript code to create SVG elements ( elements for atoms and elements for the bonds) and append them to the SVG document. The programmer also writes additional JavaScript code to handle mouse interaction, calculate the effects of the rotations, and display a shadow underneath the molecule.

As the object rotates, the object appears to be viewed with perspective projection, becoming smaller as it moves farther away from the observer. The lines representing chemical bonds are foreshortened, and for each atom, the font size is also reduced with increased distance.

The XSLT document similarly translates each CML element into JavaScript, although it generates some inefficient code when assigning the two atoms for each bond. The code could be cleaned up by hand, and therefore:

left = null;
right = null;
right = left;
left = a1;
right = left;
left = a2;
strength = 1;

var b1 = new Bond(left, right, strength);

could be rewritten more efficiently as:

right = a1;
left = a2;
strength = 1;

var b1 = new Bond(left, right, strength);

For more information on CML and SVG

For more information on CML, see http://www.xml-cml.org/.

Continued thanks to Peter Murray-Rust, Henry S. Rzepa, and Michael Wright for their ongoing work with CML and SVG.

Sejuta Manfaat Dari Kacang


Peanut leaves and freshly dug pods Stuckey, So...

Image via Wikipedia

Alam memberikan manfaat bagi kesehatan, mungkin kacang tanah {Arachis hy-pogaea) tidak sepopuler kacang kedelai. Sebagian kalangan bahkan menganggap kacang tanah tidak baik bagi kesehatan. Namun, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kacang tanah mengandung berbagai zat fungsional yang dapat memperbaiki kesehatan dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Para peneliti di Universitas Purdue, Amerika Serikat, menemukan bahwa konsumsi kacang tanah secara teratur dapat menurunkan kadar trigliserida dan memperbaiki kualitas diet melalui peningkatan asupan zat-zat yang dikenal dapat memberi perlindungan dari penyakit jantung seperti magnesium. folat, vitamin E, tembaga, arginin, dan serat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil beberapa penelitian klinis dan epidemiologis lain seperti Nurses Health Study yang menunjukkan bahwa konsumsi 28 g kacang tanah atau selai kacang tanah per hari, dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Penelitian Harvard School of Public Health melaporkan bahwa konsumsi satu sendok makan (16 g) selai kacang tanah atau 28 g kacang tanah sebanyak lima kali atau lebih, dalam seminggu dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 masing-masing sebesar 21 persen dan 27 persen.

Senyawa bioaktif

Apa yang membuat kacang tanah baik bagi kesehatan? Manfaat kacang tanah bagi kesehatan berasal dari berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya. Kacang tanah memiliki kandungan zat antioksidan yang tak kalah dengan buah-buahan. Kandungan antioksidan inilah yang membuat kacang tanah mampu mengurangi risiko penyakit jantung.

Berbagai penelitian menunjukkan, kacang tanah mengandung senyawa aktif fenolik yang terbagi ke dalam empat kelompok yaitu stilben, flavonoid, asam fenolik, dan fitosterol. Stilben adalah zat yang dihasilkan tanaman ketika ia mengalami infeksi, luka, atau stres. Zat stilben utama dalam kacang tanah adalah resveratrol. Resveratrol lebih terkenal terkandung dalam anggur merah, namun temyata kacang tanah pun memiliki kandungan zat ini. Resveratrol dianggap sebagai penyebab “paradoks perancis” yaitu suatu fenomena di mana tingkat kematian karena penyakit jantung di negara tersebut relatif rendah meskipun penduduknya banyak mengonsumsi lemak jenuh.

Selain dapat mengurangi risiko penyakit jantung, resveratrol juga dapat mencegah kanker, bersifat antiestroge-nik, antioksidan yang kuat, dan antipe-radangan. Dalam percobaan terhadap hewan, resveratrol dapat memperbaiki aliran darah otak sehingga mengurangi risiko terkena stroke. Baru-baru ini, resveratrol juga diketahui berpotensi untuk mengobati penyakit alzheimer. Kacang tanah yang disangan merupakan sumber penting resveratrol setelah angggur merah (wine), jus buah anggur merah, dan cokelat hitam dengan konsentrasi maksimum 0,08 ppm. Namun, jika dikonsumsi dengan kulitnya, kadar resveratrolnya tiga kali lebih tinggi. Se-lai kacang tanah memiliki kandungan resveratrol 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kacang tanah sangan beserta kulitnya. Sementara, kacang tanah rebus 2,3 kali lebih tinggi.

Berbagai zat yang termasuk senyawa flavonoid dalam kacang tanah memiliki beragam khasiat seperti menurunkan risiko kanker prostat, kanker paru-paru, aterosklerosis, penyakit jantung, dan kontrol berat badan. Zat lain dalam kacang tanah yang baik bagi kesehatan adalah kelompok senyawa asam fenolik yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, menurunkan gula darah, menurunkan kolesterol, dan berpotensi dapat mengobati alzheimer.Kacang tanah banyak mendapat perhatian ilmuwan karena zat fitosterol yang terkandung di dalamnya. Struktur kimia fitosterol sama dengan kolesterol, namun fitosterol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Fitosterol utama dalam kacang tanah adalah beta-sitosterol. Zat ini dapat mencegah kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus. Fitosterol mencegah kanker dengan cara menghambat pembelahan sel, menstimulasi kematian sel-sel tumor, dan mengubah hormon-hormon yang penting bagi pertumbuhan tumor. Fitosterol juga dapat menurunkan kolesterol plasma dengan cara mengganggu penyerapan kolesterol dari usus dan menurunkan risiko penyakit jantung. Pengumpulan data selama 20 tahun terhadap lebih dari 80.000 wanita dalam penelitian Nurses Health Study menunjukkan, wanita yang mengonsumsi sedikitnya 1 ons kacang tanah per minggu memiliki risiko terkena batu empedu 25 persen lebih rendah. Namun, bagi mereka yang telah memiliki masalah dengan ginjal atau empedu, sebaiknya menghindari kacang tanah karena mengandung oksalat yang jika terlalu terkonsentrasi dalam cairan tubuh dapat mengkristal dan menimbulkan masalah kesehatan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neurology, Neurosur-gery, and Psychiatry menunjukkan, konsumsi makanan kaya niasin secara teratur dapat melindungi dari penyakit alzheimer dan penurunan kemampuan kognitif karena penuaan. Satu cara mudah untuk meningkatkan asupan niasin adalah dengan mengonsumsi kacang tanah. Seperempat cangkir kacang tanah dapat menyediakan seperempat dari kebutuhan jumlah niasin yang sesuai dengan anjuran asupan harian (16 mg/hari untuk pria dan 14 mg/hari untuk wanita).

Lalu jika kacang tanah bermanfaat bagi kesehatan, apakah mengonsumsi banyak kacang tanah dapat menyebabkan kegemukan? Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menunjukkan bahwa ketakutan badan menjadi gemuk karena banyak makan kacang tanah adalah tidak berdasar. Penelitian selama 28 bulan terhadap 8.865 orang dewasa di Spanyol menunjukkan, orang yang makan kacang tanah memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami penambahan berat badan dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah makan kacang.*Akhmad Taufik, alumnus Teknologi Pangan Universitas Padjadjaran.

Deskripsi:
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dimanfaatkan bijinya sebagai bahan makanan. Kacang tanah sering dianggap sebagai penyebab jerawat karena kandungan lemaknya yang tinggi. Namun penelitian justru menyatakan sebaliknya, kacang tanah bukan pemicu jerawat.

Kandungan:
– lemak
– kalori
– karbohidrat
– vitamin
– protein
– mineral

Khasiat:
Kacang tanah secara tradisional dapat digunakan sebagai obat:
– sakit sendi
– pencahar

Apa itu Poliuretan????


Poliuretan merupakan bahan polimer yang mempunyai ciri khas adanya gugus fungsi uretan (-NHCOO-) dalam rantai utama polimer. Gugus fungsi uretan dihasilkan dari reaksi antara senyawa yang mengandung gugus hidroksil (-OH) dengan senyawa yang mengandung gugus isosianat (-NCO-). Selanjutnya Nicholson (1997) menyatakan bahwa poliuretan merupakan polimer termoset yang terbentuk dari reaksi antara senyawa diisosianat dengan senyawa polifungsi yang mengandung sejumlah gugus fungsi hidroksil (poliol). Sumber poliol yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak kedelai sebelum dan sesudah dioksidasi (Soybean Oil/ SBO dan Oxydated Soybean Oil/ OSBO), dan polioksietilen glikol massa molekul 400 (PEG400). Senyawa diisosianat yang digunakan pada penelitian ini adalah metilen-4,4’-difenildiisosianat (MDI) karena kereaktifannya yang tinggi. MDI merupakan senyawa diisosianat yang mempunyai tingkat bahaya paling rendah jika dibandingkan dengan diisosianat lainnya. Senyawa diisosianat komersil lainnya yang dapat digunakan dalam sintesis poliuretan adalah heksametilen-1,6-diisosianat (HMDI) dan campuran tolilen-2,4-diisosianat dengan tolilen-2,6-diisosianat (TDI) (Eli Rohaeti, 2003: K3).
Poliuretan memiliki banyak kegunaan, diantaranya sekitar 70 % digunakan sebagai busa, selebihnya sebagai bahan elastomer, lem dan pelapis. Busa poliuretan yang elastis digunakan sebagai isolator, termasuk laminat-laminat tekstil untuk pakaian musim dingin, panel pelindung pada mobil, kain pelapis, tempat tidur, dan karpet dasar spon sintetis, sedangkan busa yang keras digunakan dalam panel-panel konstruksi terisolasi, pengemasan barang-barang lunak dan untuk furnitur ringan (Hartomo, Rusdiharsono, dan Harjanto, 1992: 50; Eddy Tano, 1997: 23-24; Stevens, 2001: 473 ). Selain itu, poliuretan digunakan sebagai bahan perekat logam, kayu, karet, kertas, kain, keramik, plastik polivinilklorida (PVC), penyambung tangki bahan bakar cryogenic, pelindung muka, dan kantong darah.

Poliuretan disebut juga dengan polikarbamat yaitu turunan ester-amida dari asam karbonat. Poliuretan banyak diaplikasikan dalam bidang termasuk serat (elastis), bahan perekat, pelapis, elastomer, dan busa-busa yang fleksibel dan kuat (Stevens, 2001). Poliuretan adalah nama umum dari jenis sintesis kopolimer yang mengandung rantai uretan sebagai unit pengulangnya. Poliuretan mengandung tiga reaktan sebagai bahan dasar yaitu poliol, diisosianat, dan pemanjang rantai (chain extender) yang berupa diol atau diamin (Vermette, 2001).

Poliuretan pertama kali ditemukan oleh Otto Bayer dan telah dihasilkan sejak perang dunia II untuk diaplikasikan sebagai perekat (isolasi) pada lemari es dan pesawat terbang. Poliuretan merupakan suatu jenis polimer yang murah, mudah dibentuk, dapat dibuat oleh manusia dan berlimpah. Oleh karena itu poliuretan memiliki potensi besar untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam aplikasinya poliuretan banyak digunakan dalam bentuk foam, coating, adhesive dan elastomer (Brandup, 1999).

Ada dua metode pembuatan poliuretan : reaksi biskloroformat dengan diamin dan reaksi diisosianat dengan senyawa-senyawa dihidroksi. Poliuretan linier biasanya dipreparasi dalam larutan karena polimer ini cenderung berdisosiasi menjadi alkohol dan isosianat atau terdekomposisi menjadi amin, dan karbondioksida pada suhu tinggi yang diperlukan untuk polimerisasi leburan. Polimerisasi leburan berlaku untuk poliuretan yang dipreparasi dengan diisosianat aromatik. (Steven, 2001).

Reaksi sintesis poliuretan antara biskloroformat dengan diamin

Reaksi sintesis poliuretan antara diisosianat dengan dihidroksi

            Meskipun sifat-sifat poliuretan hanya terbatas pada penggunaan poliol, diisosianat juga dapat sedikit berpengaruh. Kecepatan awetnya dipengaruhi oleh reaktifitas gugus fungsi dan jumlah gugus isosianat. Sifat – sifat mekanik dipengaruhi oleh fungsionalitas dan bentuk molekuler. Penggunaan diisosianat

hanya mempengaruhi stabilitas poliuretan terhadap cahaya. Poliuretan yang dibuat dengan diisoisianat aromatik berwarna kuning karena kurang tahan terhadap cahaya, sedangkan jika dengan diisosianat alifatik akan lebih stabil. Banyak dari produksi poliuretan melibatkan pemakaian poliester-poliester berujung hidroksi dengan berat molekul rendah atau polieter-polieter sebagai monomer dihidroksi. Kopolimer yang fleksibel dari tipe ini tidak hanya bermanfaat sebagai serat tetapi bisa juga dikonversikan menjadi elastomer-elastomer yang terikat silang lewat reaksi lebih lanjut dengan diisosianat berlebih, suatu reaksi adisi yang melibatkan nitrogen dari ikatan uretan (Steven,2001 ).

Salah satu aplikasi poliuretan yaitu Foam Poliuretan yang diklasifikasikan ke dalam 3 tipe, yaitu foam (busa) fleksibel, foam rigid dan foam semi rigid. Perbedaan sifat fisik dari 3 tipe poliuretan foam tersebut berdasarkan kepada perbedaan berat molekul dengan berat dan fungsionalitas poliol juga tipe dan fungsionalitas isosianat (Cheremisinoff, 1989).

Berdasarkan struktur selnya, foam dibedakan menjadi dua, yaitu tipe sel tertutup dan sel terbuka. Sel tertutup (closed cell) merupakan sel-sel yang terpisah sehingga fase gas pada satu sel tidak dapat berhubungan dengan fase gas pada sel lainnya. Apabila sel-sel tersebut saling berhubungan sehingga gas dapat lewat dari satu sel ke sel yang lainnya, maka dikatakan sebagai sel terbuka (opened cell). Foam dengan struktur sel tertutup merupakan jenis rigid foam sedangkan foam dengan struktur terbuka adalah foam fleksibel. Foam-foam dapat dibuat dengan menggunakan poliol dengan berat dan fungsionalitas yang tepat, dan poliisosianat akan bereaksi dengan poliol untuk  membentuk poliuretan foam. Poliuretan yang lembut, elastis dan flexible dihasilkan jika dua gugus fungsi polietilen glikol yang biasa disebut polieter poliol digunakan untuk menghubungkan uretan. Strategi ini digunakan untuk membuat serat elastomer spandex dan bagian karet yang lembut seperti karet foam. Sedangkan produk poliuretan yang keras dihasilkan jika polifungsiona poliol digunakan.

Menurut Steven (2001), busa-busa polimer dibuat dalam berbagai cara yang tergantung pada jenis polimer yang digunakan dan aplikasinya. Untuk polimer – polimer seperti polistirena, bahan pengembang (blowing agent). dipakai untuk menghasilkan busa. Poliuretan yang berbeda sesuai produk sampingan karbondioksida merupakan bahan kunci dalam proses pembusaan. Pada salah satu metode, prapolimer yang berujung isosianat dengan berat molekul rendah dibusakan lewat penambahan air yang menimbulkan kenaikan berat molekul lewat pembentukan gugus – gugus urea dengan melepaskan karbondioksida secara simultan. Ketika gas yang berkembang tersebut menyebabkan polimer membusa, reaksi polimerisasinya menaikkan viskositas dan membentuk busa sebelum pecah.

Busa-busa yang fleksibel biasanya dipreparasi dari poliester atau polieter dihidroksi. Sedangkan busa yang kuat dari prapolimer polihidroksi. Busa yang kuat kadang-kadang dipreparasi tanpa air dengan mereaksikan prapolimer berujung hidroksil dengan diisosianat menggunakan bahan pengembang (blowing agent).

Foam atau busa didefinisikan sebagai substansi yang dibentuk dengan menjebak gelembung gas di dalam cairan atau padatan. Seringkali orang menyebutnya dengan poliuretan foam, rubber foam, styrofoam atau bentuk foam lainnya yang sering digunakan. Sejak 20 tahun yang lalu, jenis foam padatan mulai digunakan. Rendahnya densitas pada foam tersebut yang menjadikannya sebagai insulator dan alat flotasi yang baik. Bentuknya yang padat dan terang membuatnya ideal sebagai pack dan bahan pengisi. Beberapa foam cairan hanya dapat ditemukan pada pemadam api, khususnya api yang disebabkan oleh minyak (Tuduri, 2006). Menurut Cowd (1991), busa poliuretan dapat dibentuk bila secara serentak dibuat polimer poliuretan dan suatu gas. Jika proses ini seimbang, gelembung gas terjebak dalam kisi-kisi polimer yang terbentuk, sehingga terbentuk busa. Busa yang kenyal dan busa yang kaku juga dapat dibentuk. Busa yang sedikit bersambung-silang bersifat kenyal, sedangkan busa yang banyak bersambung-silang bersifat kaku. Dalam pembentukan busa kenyal, dua reaksi terjadi serentak.

Diisosianat + poliol => poliuretan

Diisosianat + air => karbondioksida

Reaksi kedua menghasilkan gas karbondioksida sebagai zat pengembang. Busa kenyal dapat berbahan dasar poliester atau polieter. Poliol adalah poliester bermassa molekul nisbi rendah atau polieter yang mengandung gugus hidroksil pada ujungnya. Karbondioksida dapat juga digunakan untuk membuat busa kaku, tetapi biasanya digunakan alkana berhalogen yang bertitik didih rendah seperti CFC. Cairan ini tidak terlibat dalam reaksi kimia, tetapi mudah menguap oleh bahang polimerisasi, dan kemudian mengembangkan busa. Poliuretan foam biasanya dibuat dengan menambahkan sedikit bahanbahan volatil yang dinamakan sebagai bahan pengembang (blowing agent) untuk mereaksikan campuran. Aseton, metilen klorida dan beberapa kloroflourokarbon (CFCl3) sering digunakan sebagai bahan pengembang (blowing agent) pada pembuatan poliuretan (Klempner, 2001).

Terdapat dua sistem yang dapat digunakan untuk membentuk poliuretan

yaitu :

a. Sistem one-step (one-shot process) adalah semua bahan baku untuk menghasilkan polimer dicampur bersama-sama.

b. Sistem two-step (prepolymer process), komponen poliol direaksikan dengan poliisosianat untuk membentuk prepolimer dengan gugus akhir isosianat, proses ini yang disebut prepolimer, dan masih terdapat isosianat yang berlebih. Campuran prepolimer direaksikan dengan diol atau diamine sebagai pemanjang rantai (chain extender).

Pemilihan sistem untuk pembentukan poliuretan, didasarkan kepada properti polimer yang diinginkan. Sistem two-step dapat menghasilkan struktur  yang lebih beraturan daripada sistem one-step, karena pada sistem two-step terbentuk oligomer dimana gugus poliol ditutup dengan diisosianat. Oligomeroligomer yang terbentuk kemudian saling dihubungkan dengan menggunakan pemanjang rantai (chain extender). Dengan demikian rantai polimer akan memiliki susunan keras-lunak-keras (hard-soft-hard) yang lebih teratur dibandingkan dengan distribusi segmen keras (hard segment) yang acak pada sistem one-step. Sistem one-step umumnya digunakan dalam pembentukan foam poliuretan, sedangkan sistem two-step diaplikasikan pada produksi elastomer (Feng,1998).

Beberapa bahan tambahan lainnya yang dibutuhkan untuk membentuk

foam poliuretan,diantaranya:

1. Bahan pengembang (blowing agent)

Menurut Steven (2001), bahan pengembang (blowing agent) terbagi

menjadi dua. (1) Blowing agent fisika : gas-gas (udara, nitrogen atau karbondioksida) yang oleh tekanan larut dalam polimernya. (2) Blowing agent kimia yang terurai oleh pemanasan untuk melepaskan gas, contohnya cairan bertitik didih rendah seperti metilen klorida, aseton, dan CFCl3.

2. Katalis

Katalis poliuretan diklasifikasikan menjadi dua katagori yaitu senyawa

amina dan kompleks organologam.

a. Tertier amina, fungsinya untuk mempercepat reaksi isosianat-air dan reaksi isosianat-poliol. Contoh trietilamin, trietilen diamine, dll

b. Organologam, sebagai katalis yang kuat untuk reaksi isosianat-poliol.

Contoh : stannous oleate, dan stannous octoate.

3. Surfaktan

Digunakan sebagai foam stabilizer untuk menstabilkan struktur gelembung-gelembung (bubbles) yang terbentuk dengan menjadikan sedikit viskos sampai kekakuan (rigidity) sel mengatur struktur foam.

Fungsi surfaktan, diantaranya:

- Untuk menurunkan tegangan permukaan antara liquid-liquid atau liquid-solid

- Mencampur komponen-komponen yang saling tak larut

- Memperbaiki penampilan struktur sel

- Untuk stabilisasi ekspansi foam saat mengembang

- Pengontrol ukuran sel

- Menghasilkan tipe struktur sel yang diinginkan seperti sel terbuka

(open cell) atau sel tertutup (closed cell).

Jenis surfaktan yang biasa dipakai adalah tipe silikon glikol. Dengan variasi tipe dan banyaknya material yang digunakan, maka dapat mempengaruhi properti seperti densiti, kandungan dari sel terbuka atau sel tertutup.

4. Pemanjang rantai (chain extender)

Pemanjang rantai berperan penting dalam mengatur morphologi poliuretan fiber, integral skin mikroseluler foam. Contoh pemanjang rantai yang dipakai yaitu etilen glikol, 1,4-butanadiol, 1,6-heksanadiol, sikloheksan dimetanol. Chain extender adalah senyawa-senyawa yang memiliki dua gugus fungsi dengan berat molekul rendah, seperti glikol dan diamin. Sedangkan struktur molekul yang biasa digunakan sebagai chain extender adalah jenis aromatik dan alifatik. Secara umum, chain extender yang berupa diol atau diamin alifatik akan menghasilkan material yang lebih lembut daripada chain extender aromatik. Chain extender berfungsi untuk memperpanjang struktur rantai linier dari polimer melalui ikatan antar gugus isosianat (-NCO) dengan gugus hidroksil atau amin dari chain extender membentuk segmen keras (hard segment) atau segmen lunak (softsegment). Dengan memodifikasi rasio berat chain extender / poliol, sifat poliuretan yang dihasilkan dapat bervariasi dari keras, getas, menyerupai karet, hingga lembut dan lunak.

Pengunaan poliuretan akan terus meningkat mengingat keunggulan sifat dan pemakaiannya cukup praktis (Eli Rohaeti, Surdia, Cynthia L Radiman, dan Ratnaningsih, 2002: 330). Pengunaan poliuretan di Indonesia sebagai bahan pendukung industri masih sangat  tergantung pada impor, walaupun beberapa industri sudah mulai mencoba memproduksi poliuretan di dalam negeri. Banyaknya pabrik kertas, furnitur, industri otomotif dan industri alas kaki di Indonesia membuat prospek usaha di bidang poliuretan di masa depan cukup menjanjikan. Masalah yang timbul kemudian akibat peningkatan pengunaan poliuretan adalah makin bertumpuknya limbah poliuretan. Hal ini apabila tidak segera ditanggulangi akan membahayakan kelestarian lingkungan hidup. Cara penanggulangan yang dianggap paling bersahabat dengan lingkungan dan tidak menimbulkan masalah baru adalah dengan proses biodegradasi, yakni perusakan poliuretan dengan cara biologis atau mengunakan mikroorganisme tertentu sebagai pengurainya. Sumber mikroorganisme yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari lumpur aktif IPAL Bantul, Yogyakarta. Pada penelitian ini proses biodegradasi dilakukan selama 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 hari dengan temperatur 4 inkubasi 37 0C dalam media malka padat. Selama proses biodegradasi, setiap 5 hari sekali dilakukan penggantian media dengan harapan agar mikroorganisme dalam lumpur aktif akan mendapatkan kembali keadaan yang kaya nutrisi dan dapat meningkatkan kembali aktivitasnya, sehingga diharapkan semakin banyak
bagian rantai polimer yang akan terdegradasi. Keberhasilan proses biodegradasi poliuretan hasil sintesis oleh mikroorganisme dalam lumpur aktif dapat diketahui dengan membandingkan karakter poliuretan hasil sintesis sebelum dan sesudah dibiodegradasi, yang meliputi analisis gugus fungsi dengan FTIR dan penentuan derajat kristalinitasnya dengan XRD, menentukan persen kehilangan massa dan dengan menentukan biodegradabilitasnya. Mikroorganisme menguraikan polimer dengan mengkatalisis berbagai reaksi hidrolisis dan oksidasi. Adanya gugus fungsional sensitif cahaya dan gugus fungsional yang dapat terhidrolisis akan lebih efektif untuk terurainya polimer-polimer massa molekul tinggi dalam lingkungan alam. Semakin rendah massa molekul polimer, maka polimer akan terdegradasi semakin cepat (Stevens, 2001 :146).

Peran Ahli Kimia dalam Ilmu Kedokteran Molekuler


Perkembangan ilmu kedokteran dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya memasuki kajian dalam tingkat molekuler. Ilmu kedokteran molekuler dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dasar molekuler berbagai penyakit. Berbagai kajian molekuler ilmu kedokteran diantaranya adalah Stem Cell, Rekayasa genetik dan salah satu diantarannya adalah Herbal. Herbal yang merupakan produk alami banyak dikaji mekanisme molekuler dalam mengobati penyakit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa herbal indonesia dan herbal dari negara lain sudah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, leukimia, thalassemia dll. Hanya saja mekanisme kerja senyawa aktif maupun crude ekstrak dari herbal tersebut dalam dunia kedokteran belum banyak diketahui. Publikasi internasional tentang mekanisme molekuler herbal yang berasal dari Indonesia belum sebanyak di negara lain. Itu yang menjadi alasan mengapa herbal Indonesia yang kalah bersaing di pasaran dibandingkan dengan herbal dari Cina misalnnya.

Dalam kedokteran molekuler para penelitinya yang sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran memiliki keterbatasan dalam kemampuan menganalisis herbal. Pada umumnya para dosen di Fakultas Kedokteran beharap akan ada mahasiswa dengan latar belakang kimia atau farmasi yang mampu mengeksktrak crude maupun senyawa aktif berbagai herbal. Mereka akan membandingkan kinerja senyawa aktif dari produk alami dengan produk sintetik. Atau mengkombinasikan keduanya. Sebagai contoh adalah dalam pengobatan kanker. Ada kombinasi dengan senyawa turunan terpenoid yang merupakan produk alami dengan RNA yang merupakan senyawa sintetik.

Untuk lebih jelasnya kita dapat mengkaji mekanisme molekuler penyakit kanker oleh herbal X misalnya. Herbal X yang mengandung senyawa aktif Y misalnya mampu menekan resiko kanker pada stadium tertentu melalui mekanisme A sedangkan siRNA mampu menekan melalui mekanisme Y sehingga penyebaran kanker akan lebih dapat dikurangi. Herbal pada umumnya mampu memicu sel kanker untuk membunuh dirinya sendiri yang dikenal dengan istilah Apoptosis. Jadi sering terjadi kesalahpahaman pada masyarakat umum bahwa herbal tertentu mampu mengobati berbagai penyakit kanker. Itu boleh jadi benar tapi pasti tidak tepat. Benar bukan berarti tepat. Contoh wortel baik untuk mata. Dengan asumsi kelinci yang makan wortel tidak pernah pakai kacamata, Itu benar tapi tidak tepat.

Begitu pula dengan herbal pengobat kanker. Senyawa aktif yang baik untuk kanker payudara belum tentu baik untuk kanker prostate misalnya. Mekanisme kerjanya berbeda. Dalam skala molekuler invitro dikenal dengan IC50 cell lines. Dalam mekanisme molekuler apoptosis sel kanker dikenal dengan mekanisme molekuler intrinsik dan mekanisme molekuler ekstrinsik atau kombinasi keduanya. Ini yang sekarang banyak dikaji apapun jenis kankernya.

Sabun vs kimia……?????


Kimia memang mendunia, selalu dekat dengan lingkungan…..ya tak terkecuali dengan sabun. Hidup bersih memang hidup kimia namanya. So, kita harus tau gimana sih reaksi-reaksi yang ada dalam sabun yang kita pakai sehari-hari. Nah .. sekarang kita KUPAS yach…hehehe kayak ngupas bawang aj yach,….

Proses pembuatan sabun dikenal dengan istilah saponifikasi yang merupakan reaksi pemutusan rantai trigliserida melalui reaksi dengan NaOH atau KOH. Reaksi yang terjadi adalah eksotermis sehingga suhu harus tetap dikontrol.

Sifat – sifat sabun :
a. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak sehingga akan dihidrolisis     parsial oleh air. Karena itu larutan sabun dalam air bersifat basa.

CH3(CH2)16COONa + H2O –>CH3(CH2)16COOH + OH-

b. Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih, peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah. Dalam hal ini sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap.

CH3(CH2)16COONa + CaSO4 –> Na2SO4 + Ca(CH3(CH2)16COO)2

c. Sabun mempunyai sifat membersihkan.

Sifat ini disebabkan proses kimia koloid, sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar, karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar. Molekul sabun mempunyai rantai  CH3(CH2)16 yang bertindak sebagai ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat organik sedangkan COONa+ sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air.

Proses penghilangan kotoran

  • Sabun di dalam air menghasilkan busa yang akan menurunkan tegangan   permukaan sehingga kain menjadi bersih dan air meresap lebih cepat kepermukaan kain.
  • Molekul sabun akan mengelilingi kotoran dengan ekornya dan mengikat molekul kotoran. Proses ini disebut emulsifikasi karena antara molekul kotoran dan molekul sabun membentuk suatu emulsi.
  • Sedangkan bagian kepala molekul sabun didalam air pada saat pembilasan menarik molekul kotoran keluar dari kain sehingga kain menjadi bersih.

Nah…sekarang kita tau betapa dekatnya sabun dengan kimia…..

Belajar dari hal kecil yang ada di sekitar kita itu lebih mudah bukan????? ^_^

Nama Penemu Benda-Benda Penting di Seluruh Dunia


Penemu Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright Berasal dari Negara Amerika
Penemu Kereta api Adalah Murdocks Berasal dari Negara Inggris
Penemu Sepeda Adalah Civrac Berasal dari Negara Prancis
Penemu Balon terbang Adalah Sir F. Whittle Berasal dari Negara
Penemu Balon karet Adalah Josep dan J. Montgolfier Berasal dari Negara
Penemu Ban karet Adalah Charles Goodyear Berasal dari Negara Amerika
Penemu Barometer Adalah Evangelista, Torricelli Berasal dari Negara Italia
Penemu Dinamit Adalah Alfred Nobel Berasal dari Negara Swedia
Penemu Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin Berasal dari Negara
Penemu Mesin hitung Adalah Blaise Pascal Berasal dari Negara Prancis
Penemu Mobil Adalah Gottlich Daimler Berasal dari Negara
Penemu Motor Adalah Nikola Tesla Berasal dari Negara
Penemu Tank Adalah Sir Ernest Swinton Berasal dari Negara Inggris
Penemu Traktor Adalah Benyamin Holt Berasal dari Negara
Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis Berasal dari Negara
Penemu Kawat pijar Adalah Irving Langmuir Berasal dari Negara

Obat Propolis Lebah Madu Nature Khasiat dan Manfaatnya


Propolis menjadi bagian dari kehidupan manusia tidak lain karena manfaat propolis untuk pengobatan, sayangnya seperti halnya obat herbal lainnya, propolis masih menjadi rekomendasi pengobatan alternatif, hal ini disebabkan karena :

  • Obat Tradisional (Obat Alami), diambil langsung dari alam yang sangat tergantung pada lingkungan tempat berasal,hal ini akan menyebabkan komposisinya berbeda-beda dan efektivitasnya berubah.
  • Obat Tradisional mengandung campuran biokimia kompleksyang bekerja secara sinergis, akibatnya bila zat aktifnya di ekstrak, efeknya bisa berkurang atau menghilang hingga sulit diketahui zat aktif mana yang dapat dibuat penelitian.
  • Karena kayanya zat aktif dalam suatu obat alami, obat-obatan tradisional juga mampu mengobati berbagai jenis penyakit yang mekanismenya sulit dijelaskan oleh kedokteran modern.

Berbagai alasan inilah yang membuat obat tradisional hanya digunakan sebagai pengobatan alternatif dan belum menjadi terapi utama suatu penyakit. Negara-negara seperti Rusia dan Cina masih setia menggunakan propolis dan produk alami lain untuk pengobatan.

Penelitian farmakologi propolis mencakup efek propolis sebagai antinyeri (anestetik), anti-alergi, antibiotik, antijamur, antiperadangan, antiradiasi, antioksidan dan pengawet, antiseptik, antikanker dan imunostimulator (menstimulasi daya tahan tubuh).

Efek anestetik propolis sangat ampuh dan bisa dipergunakan pada semua area tubuh seperti mata, telinga dan mulut. Efek antinyeri ini disumbang oleh zat flavonoid seperti pinocembrin, pinostrobin dan ester asam kafeat. Pinocembrin dan ester asam kafeat telah terbukti memiliki efek anestetik sepersepuluh kali dari lidokalin sejenis obat bius lokal.

MANFAAT PROPOLIS DI BIDANG KESEHATAN DAN KEDOKTERAN
NO
MAANFAAT
DEFINISI
1
Zat penunjang kekebalan atau daya tahan tubuh berupa imunoglobulin dengan urutan asam amino spesifik, hanya bereaksi dengan antigen yang merangsang pembentukannya atau antigen yang mirip
2
Zat antioksidan yang sintetik atau alami yang ditambahkan pada makanan, karet, cat atau minyak nabati untuk mencegah terjadinya oksidasi oleh oksigen
3
Pencegah kejang otot
4
Pencegah pembekuan darah
5
Sifat membunuh bakteri
6
Penghambat penebalan kulit akibat kutil (mata ikan)
7
Anti jamur
8
Pencegah radang seperti panas, bengkak, merah, nyeri dan gangguan fungsi akibat reaksi tubuh terhadap jasad renik, zat asing atau trauma
9
Antikanker
10
Pereda rasa nyeri
11
Komponen asam quinat dikafeoil, suatu campuran larut air diduga memiliki efek melindungi hati
12
Pencegah perkembangan virus
13
Pencegah pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme
14
Zat yang bersifat menurunkan kadar gula darah
15
Pencegah tumbuh kembang tumor
16
Memeiliki efek anti alergi dan anti alergi non spesifik karena aktifitas histaminopeksia oleh komponen quercetine
17
Pelembut, dapat melembutkan kulit atau selaput lendir
18
Penghilang modalitas rasa suatu daerah dalam tubuh, terutama nyeri dan kesadaran
19
Penghambat masuk dan berkembangnya mikroorganisme patogen kedalam tubuh yang mengakibatkan radang
20
Zat yang mampu memodifikasi atau memengaruhi fungsi sistem imunitas tubuh. Peran imunomodulator terbagi dua yaitu sebagai imunosupresan atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan dan sebagai imunostimulan yaitu menstimulasi sistem daya tahan tubuh

Sejumlah khasiat yang ditampilkan pada tabel diatas merupakan hasil laporan yang sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian dan studi kasus sebagai berikut :

  • Pada tahun 1958, pada kongres perlebahan Internasional, Feuereisl dan kawan-kawan dari Rusia melaporkan efektifitas propolis terhadap kuman tuberkolosis. Pada permulaan abad ke-20 tuberkolosis memang menjadi salah satu masalah utama di Negara tersebut
  • Pada tahun 1960, peneliti dari Perancis mendemontrasikan efek bakteriostatik propolis terhadap Bacillus subtillis, Proteus vulgaris, dan Bacillus alvei, namun efeknya kurang bermakna pada Salmonella dan E. Colli. Empat tahun kemudian Flavonoid berbentuk Galangin dan Pinocembrin telah dibuktikan memiliki antibakterial yang terkuat.
  • Tahun 1973, dilakukan uji efektivitas antibiotik propolis melawan Stafilokokus dan E. Coli, hasilnya cukup menakjubkan, ternyata propolis dapat meningkatkan efek bakteriostatik sebanyak 10-100 kali lebih baik. Sebenarnya pembuktian tentang peran antibiotika propolis sudah dimulai di Rusia sebelum tahun 1973
  • Agaard, seorang dokter yang dihormati di Eropa telah menggunakan propolis pada 50.000 orang di seluruh Skandinavia, termasuk pasien-pasien pribadinya. Agaard menyimpulkan, propolis mempunyai efek antibiotika yang disertai efek meregulasi hormon dan menstimulasi daya tahan tubuh. Menurutnya, propolis dapat digunakan oleh orang sehat atau sakit dan untuk mencegah atau mengobati penyakit.
  • Pada tes kultur resistensi, dibuktikan bahwa ekstrak propolis secara signifikan mampu mencegah pertumbuhan bakteri Klebsiella penumoniae, E. Coli, Staphilococcus, Clostridium, Corynebacterium diptheriae dan Streptokokus. Penggunaan propolis sebagai salep antibiotik untuk sehari-hari dapat menghindari penggunaan antibiotik secara berlebihan.. ***

Sirsak Sebagai Obat Anti Kangker


BUAH yang di Spanyol dikenal dengan nama graviola atau dengan nama Inggris soursop atau sirsak diakui sebagai pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat daripada terapi kemo atau chemotherapy.

Tapi kenapa kita tidak tahu?

Karena salah satu perusahaan dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin agar dana riset yang sangat besar telah dikeluarkan, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya dijual ke pasar Dunia!

Ironis sekali, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban ini.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.

Salah satu hal betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini berfungsi :

1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.

2. Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.

3. Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.

4. Energi meningkat dan penampilan fisik pun membaik.

5. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.

6. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!

7. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan TIDAK membahayakan/membunuh sel-sel sehat!

Dengan memakan 300 gram buah sirsak setiap hari maka kebutuhan vitamin C bisa terpenuhi. Kandungan vitamin C juga berperan sebagi antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sirsak juga kaya antioksidan lainnya dalam bentuk senyawa fitokimia seperti acetaldehyde, amyloid, annonain, anomuricine, ananol, atherosperminine, betasitosterol, campesterol, citrulline, galactomannan, procyanidin, dan tanin.

Sirsak juga banyak mengandung mineral fosfor dan kalsium yang sangat penting dalam proses pertumbuhan tulang. Sirsak juga kaya akan kalium yang berperan untuk mengontrol tekanan darah, ritme dan fungsi jantung, sehingga dapat mencegah hipertensi dan melindungi dari aterosklerosis penyebab penyakit jantung. Sirsak juga banyak mengandung serat dan dapat melancarkan buang air kecil karena kandungan airnya yang tinggi.

Klaim sirsak sebagai obat anti kanker bukanlah omong kosong belaka, dan sudah dibuktikan secara medis melalui banyak penelitian sejak tahun 1973. Penelitian terbaru yang dilakukan Catholic University Of South Korea, Korea Selatan, menunjukan bahwa dua senyawa kimia yang terkandung dalam eksrak biji sirsak mampu membunuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan kolon secara lebih selektif dibanding adriamycim, obat yang biasa di pake buat kemotereapi pada penderita kanker.

Selain sirsak, ternyata masih banyak lagi tumbuhan dan buah-buahan yang diketahui memiliki efek anti kanker, seperti:

1. Tomat diketahui dapat mengobati kanker prostat, dengan cara mengonsumsi tomat yang sudah direbus.
2. Cabe merah diketahui dapat mencegah kanker usus besar jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
3. Biji anggur juga diketahui memiliki senyawa anti kanker, karenanya kalau mengonsumsi anggur cari yang memiliki biji dan makan bersama kulitnya.
4. Daun sirih merah diketahui sebagai anti kanker payudara dengan cara direbus.
5. Temulawak diketahui memiliki zat aktif cursil yang bersifat sebagai anti inflamasi, anti liver dan juga anti kanker.

“Sebagian tumbuhan obat di Indonesia mengandung obat anti kanker, seperti sitotoksin yang memiliki kemampuan untuk membunuh dan mendeteksi sel-sel yang tumbuhnya tidak normal. Senyawa-senyawa di dalam tumbuhan ini bisa berfungsi dalam bentuk gabungan tapi ada juga yang single,” ujarnya.

10 Hewan Terunik di Dunia


Makhluk hidup di dunia sangatlah beragam. Tuhan dengan sangat sempurna menciptakan semua makhluk hidup dengan karakteristik unik masing-masing. Di antara yang unik tersebut, terdapat beberapa makhluk yang benar-benar unik. Berikut adalah daftar sepuluh hewan unik dunia 2009 versi situs MSNBC:

1. Hewan Gabungan Burung, Reptil, dan Mamalia

Mungkin Agan sudah mengenali hewan unik yang satu ini. Hewan bernama platypus ini memiliki beberapa keunikan seperti memiliki moncong bebek, kaki berselaput, dan bertelur seperti reptil. Satu keanehan yang mungkin belum banyak orang tahu adalah platypus jantan dapat menyalurkan racun dari sejumlah bagian di tungkai kakinya.

2. Mata Cumi-Cumi Sebesar Piring Makan

Sejumlah ilmuwan memancing seekor cumi-cumi raksasa (colossal squid) di perairan Selandia Baru pada tahun 2008. Mereka menemukan fakta bahwa mata hewan laut tersebut berukuran sebesar piring makan. Ini menjadikan mata cumi-cumi raksasa sebagai mata hewan terbesar di dunia. Colossal squids dapat tumbuh hingga sebesar 46 kaki dan mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan pengisap dan pengait. Para ilmuwan meyakini hewan agresif ini mampu menyelam hingga kedalaman 6.500 kaki.

3. Primata Berjari Tengah Ekstra Panjang

Hewan bernama aye-aye ini memiliki ciri mata besar, telinga mirip kelelawar, dan berjari tengah ekstra panjang. Jari tengah ini digunakan primata tersebut untuk mencungkil makanan dari celah-celah pohon. Sejumlah ilmuwan asal Duke University di Amerika Serikat mengatakan aye-aye dapat dijadikan petunjuk untuk menguak misteri evolusi visi warna pada makhluk hidup.

4. Tikus Tanah Bermoncong Bintang

Tikus tanah bermoncong bintang? Dari namanya saja sudah menunjukkan keunikan dari hewan tersebut. Dengan 22 tentakel mini di moncong bintangnya, tikus tanah ini mampu mendeteksi dan mencerna makanan lebih cepat dari kedipan mata manusia. Ya, sangat cepat. Hanya sepersekian detik. Hewan menakjubkan ini tinggal di rawa-rawa dan daerah basah lain di sekitar wilayah pantai timur Amerika Utara.

5. Hewan Evolusioner Dunia

Selain dapat tidur dalam tanah bertahun-tahun tanpa air dan makanan, katak bawah tanah asal Meksiko ini memiliki keunikan lain. Program konservasi global bernama EDGE of Existence mengklasifikasikan hewan ini sebagai hewan evolusioner dunia. Pasalnya, hewan ini hampir tidak memiliki hubungan kemiripan genetik dengan makhluk hidup apa pun di dunia.

6. Kepiting “Yeti”

Anda tahu hewan bernama yeti? Hewan raksasa legenda masyarakat Nepal dan Tibet ini disebut-sebut menghuni salah satu wilayah pegunungan tertinggi di dunia, Himalaya. Diambil dari nama yang sama, hewan yang diberi nama resmi Kiwa hirsute pada 2005 ini memiliki bulu halus berwarna kuning di kedua capitnya. Ilmuwan menduga capit tersebut digunakan untuk mendeteksi makanan dan mencari pasangan.


7. Paus “Unicorn”

Dari puluhan spesies paus di dunia, terdapat satu jenis paus berkarakteristik unik bernama paus unicorn. Paus ini memiliki gigi mencuat layaknya tanduk unicorn, hewan mistis dunia khayalan. Hewan berbobot sekitar 2.200 hingga 3.500 pon ini memiliki tanduk sepanjang delapan kaki yang mencuat dari sisi kiri rahang bagian atas. Belum lama ini, sejumlah ilmuwan mengetahui tanduk tersebut dilengkapi sejumlah sel saraf super sensitif yang diduga kuat berfungsi mengetahui kadar garam dalam air dan untuk mencari makan.

8. Kelelawar Berkaki Pengisap

Ilmuwan telah menemukan spesies kelelawar baru bernama Myzopoda schliemanni di Kepulauan Madagaskar, pada tahun 2007. Hewan berkaki pengisap yang mampu menempel pada pohon berdaun lebar seperti pohon palem ini berkerabat dekat dengan Myzopoda aurita yang hidup di daerah lembab. Ilmuwan terkejut dengan kemampuan hewan ini karena ia mampu hidup di daerah kering seperti benua Afrika. Padahal, wilayah hutan perawan di benua tersebut hanya tersisa delapan persen.

9. Mickey Mouse padang pasir

Sejumlah ahli biologi mengeluarkan rekaman video seekor hewan pengerat unik bernama long-eared jerboa pada 2007. Hewan yang kerap disebut Mickey Mouse padang pasir ini memiliki telinga yang lebih besar dari kepalanya dan kaki yang mampu melompat seperti kanguru. The International Union for Conservation of Nature kini menetapkan status terancam punah pada hewan ini. Salah ancaman nyata atas long-eared jerboa adalah kucing lokal.

10. Sincan?

Crayon Sincan? Nohara Shinnosuke? Anda mungkin mengira nama tersebut adalah nama salah satu tokoh kartun Jepang yang cukup terkenal. Namun sincan di sini adalah singkatan dari singa-macan atau disebut juga lion-tiger (ligers). Selama beberapa dekade silam, para ilmuwan biologi kerap melakukan sejumlah perkimpoian silang antarbinatang seperti sincan. Pada 2004, hewan tersebut ikut tampil menemani aktor Jon Heder dalam film berjudul Napoleon Dynamite. Selain sincan, terdapat beberapa hewan persilangan lain seperti persilangan paus pembunuh-lumba-lumba dan beruang grizzly-beruang kutub.(ANS)

suporter by :  

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: